Notification

×

Iklan

Iklan

Hati-Hati Modus Penipuan Menggunakan Virtual Account

Rabu, 17 Mei 2023 | Mei 17, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-07-10T16:36:46Z
Virtual Account, fintech, Taputardotcom, viral, trending, terhangat, terkini
Penipuan Menggunakan Virtual Account


Taputardotcom - Semakin canggih dunia teknologi, seharusnya mempermudah manusia untuk melakukan segala sesuatu dengan bantuan teknologi itu sendiri. Namun yang terjadi adalah kejahatan di dalam teknologi juga maju pesat.


Seiring dengan teknologi yang membantu manusia dalam berbagai bidang kehidupan, kejahatan di dunia siber juga terbilang juga berkembang dengan cepat. Bisa dibilang, teknologi juga membuka peluang kejahatan baru terjadi. 


Mungkin saja modus penipuan pada waktu-waktu yang lalu adalah dengan menyebar selebaran yang berisi panduan untuk mendapatkan undian berhadiah dengan syarat-syarat yang mudah, mengirimkan sejumlah uang untuk memproses undian dan sebagainya.


Kemudian modus itu berkembang dan mulai menggunakan SMS Penipuan kepada nomor-nomor tertentu dengan pola yang sama, yaitu mendapatkan hadiah dan memberikan sejumlah uang atau pulsa dengan alasan untuk kelancaran pengurusan hadiah.


Metode ini kemudian berkembang lagi dengan hadirnya teknologi yang berkembang dalam bidang keuangan. Yakni pembelian dan pembayaran menggunakan Virtual Account.



Apa Itu Virtual Account ?


Sebelum lebih jauh membahas penipuan menggunakan Virtual Account, terlebih dahulu kalian perlu tahu apa itu Virtual Account dan fungsinya dalam transaksi keuangan. 


"Virtual Account adalah nomor identifikasi pelanggan atau member satu perusahaan yang dibuka atau dikeluarkan oleh perbankan atas permintaan perusahaan untuk diberikan kepada pelanggan atau member baik itu perorangan maupun non perorangan, dimana virtual accaunt tersebut berfungsi sebagai rekening untuk menerima pembayaran (collection)."


Sampai disini kalian sudah bisa mengerti arti dan fungsi dari virtual account bukan ? Jika sudah mengerti arti dan fungsinya, kalian juga perlu tahu bagaimana modus yang dipakai oleh pelaku kejahatan siber untuk beroperasi menggunakan virtual account.


Modus Kejahatan Menggunakan Virtual Account


Seperti penjelasan sebelumnya bahwa virtual account dikeluarkan oleh bank atas permintaan sebuah perusahaan, dimana virtual account tersebut sekaligus untuk mengidentifikasi pelanggan tertentu dalam satu transaksi pembayaran.


Kemana Tujuan Dana Yang Terkirim Melalui Virtual Account ?


Ada banyak modus yang digunakan pelaku dalam menjalankan aksinya. Untuk itu, mari kita simak beberapa aliran tujuan dana yang seringkali digunakan oleh pelaku dibawah ini : 


  • Menuju Ke Pembayaran Produk di Aplikasi atau Website Marketplace


Penipu menggunakan virtual account dalam satu transaksi pembayaran pada aplikasi atau website marketplace atau lainnya yang sudah mendukung pembayaran virtual account


Virtual account akan diterbitkan oleh aplikasi atau website pada waktu pembayaran. Sementara website atau aplikasi menunggu pembayaran dari pengguna sebenarnya di website atau aplikasi marketplace. Virtual account tersebut diambil dan disebarkan oleh pengguna dengan metode penipuan tertentu untuk mendapatkan target.


Saat target melakukan pembayaran melalui virtual account yang diberikan penipu, situs marketplace akan mendapatkan pembayaran dan target berhasil ditipu karena membayar sejumlah uang yang bukan seharusnya ia bayar.


  • Menuju Ke Akun Pengguna Pemilik Virtual Account


Metode yang kedua adalah pengguna melakukan generate virtual account dengan tujuan deposit sejumlah uang ke dalam akunnya di website atau aplikasi tertentu yang mengharuskan ada saldo sebelum bertransaksi.


Saat virtual account berhasil di generate dan tampil pada halaman deposit atau pembayaran, penipu menggunakan virtual account tersebut untuk beraksi mencari target dengan pola yang berbeda. 


Saat mendapatkan target melakukan pembayaran ke virtual account yang diberikan, maka akun penipu yang menggenerate mendapatkan sejumlah dana dan spenuhnya bisa dikendalikan oleh penipu untuk belanja atau dicairkan menjadi uang tunai.



Siapakah Penipu Yang Menjalankan Aksinya Melalui Virtual Account ?


Investasi Ilegal
Tirta Segara - Anggota Dewan Komisioner OJK


Saat ini untuk memiliki virtual account dari satu perusahaan melalui website atau aplikasi sangatlah mudah. Mereka bisa saja perorangan maupun badan usaha. Yang biasa dikenal dengan merchant di marketplace dan aplikasi atau website tertentu.


Yang menjadi persoalan adalah apakah setiap perusahaan fintech atau marketplace memiliki merchant yang terdaftar di perusahaan mereka dengan identitas yang sebenarnya yang bisa dipertanggungjawabkan saat terjadi penyalahgunaan layanan yang diberikan kepada merchant ?.


Fakta Yang Terjadi Di Masyarakat Saat Terjadi Penipuan


Ada banyak sekali modus penipuan menggunakan virtual account yang terus terjadi dan sangat banyak yang menjadi korban. Masyarakat saat ini yang susah untuk mendapatkan titik terang apalagi jalan keluar ketika mengalami penipuan dengan modus ini.

Hal ini terjadi mungkin karena kurangnya perhatian dan pengawasan pemerintah soal keamanan transaksi pada platform atau aplikasi fintech sehingga korban terus saja ada.


Masyarakat sudah bosan dengan hal seperti ini, karena saat ada kejadian tidak ada pihak yang bertanggungjawab walaupun sudah ada laporan kepada pihak berwajib. 


Seperti pada kejadian yang menimpa seorang Pemuda di Nusa Tenggara Timur, yang mengalami penipuan dari satu website investasi ilegal Advance Global Technology (AGT) yang menghimpun dana  masyarakat.


Dengan modus periklanan yang ditawarkan melalui situs https://agtkomer.com (saat ini sudah tidak bisa diakses). Situs ini kemudian berubah domain menjadi https://agtoffice.com (sudah tidak bisa diakses) dan terkahir berubah domain menjadi https://agtkantors.com (sudah tidak bisa diakses).


Pemuda yang merasa tertipu hingga ratusan juta tersebut melaporkan kejadian yang dialaminya ke pihak berwajib di salah satu Polsek di Nusa Tenggara Timur dengan bukti transaksi pengiriman uang yang lengkap dan mendapatkan Bukti Laporan Polisi


Kemudian melakukan pelaporan juga kepada Bank BCA sebagai bank pengirim uang dan Aplikasi Bukalapak (merchant pengiriman uang) dan Bank Permata sebagai bank yang menerbitkan virtual account, dengan melampirkan seluruh bukti transaksi, nomor virtual account dan Bukti Lapor Polisi


Jawaban yang diterima dari Bank Permata sebagai sebagai bank penerbit Virtual account adalah yang bisa menjelaskan adalah adalah PT. Tri Usaha Berkat yang memiliki Aplikasi LinkQu. Perusahan ini memiliki layanan menggunakan virtual account.

Ketika dikonfirmasi ke PT. Tri Usaha Berkat, perusahaan ini juga melemparkan tanggungjawab kepada merchant yang mendaftar di aplikasi mereka LinkQu, namun merchant tersebut salah gunakan layanan mereka. Jadi, seperti tidak ada ujung penyelesaian dalam masalah ini.


Melalui aplikasi LinkQu lah pihak penipu atau AGT mendaftarkan perusahaannya untuk mendapatkan akses untuk pembuatan virtual account dan melancarkan aksi penipuannya.


AGT menggenerate virtual account Bank Permata untuk menerima dana dari korban penipuan dan Bank Permata menyerahkan tanggungjawab kepada pihak LinkQu, dan pihak LinkQu juga memberikan jawaban bahwa mereka tidak bisa lagi mengembalikan uang korban karena merchant sudah menarik uang dari LinkQu.

Sampai saat ini pemuda di NTT masih menunggu pihak yang ingin membantunya melakukan pengembangan kasus atas laporan yang sudah ada di pihak berwajib tersebut.


Dari kasus ini dapat kita lihat bahwa begitu canggihnya aksi penipuan yang dilakukan oleh penipu dan begitu sulitnya mendapatkan jalan keluar dari pihak-pihak yang harusnya bertanggungjawab walaupun sudah bisa terindentifikasi identitas mereka.


Apakah ada cara yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah sekaligus meminta pertanggungjawaban dari pihak yang seharusnya bertanggungjwab ?


2 Harapan Masyarakat yang Perlu dilakukan Oleh Pemerintah


  • Harus ada aturan ketat yang diterapkan pihak bank kepada pihak yang bekerjasama dengan bank untuk mendapatkan layanan terkait pembuatan virtual account. Sehingga pihak yang ingin mendapatkan layanan tersebut tidak menyalahgunakannya dan bisa dipertanggungjawabkan.


  • Pihak Perusahaan atau Merchant yang bekerja sama dengan bank dan sudah mendapatkan layanan pembuatan virtual account diharuskan menerapkan aturan yang lebih ketat kepada penggunanya pada saat pendaftaran awal.


Seharusnya ada verifikasi yang ketat juga untuk memastikan layanan yang akan digunakan sudah sesuai dengan aturan yang keamanan dana pengguna.


Hal ini dilakukan agar perusahaan melalui pengguna tidak menyalahgunakan layanan yang diberikan oleh bank. Jika terjadi penyalahgunaan maka pertanggungjawabannya jelas.


Kontak OJK
Kontak OJK - 157



Hal-hal Penting Yang Perlu Perhatikan Agar Tidak Terjebak Dalam Modus Penipuan :


  • Jangan tergiur dengan Bisnis yang keuntungan besar dalam waktu singkat.
  • Jangan memberikan data Kepada Orang yang tidak dikenal
  • Jangan membuka link yang dikirim melalui chat atau sms
  • Jangan terjebak dengan harga barang terlalu murah di marketplace atau aplikasi apapun 
  • Tanyakan kepada pihak yang kompeten jika menerima pesan yang berisi link dan tawaran yang mencurigakan.
Itulah penjelasan mengenai bentuk penipuan menggunakan virtual Account. Semoga bisa menjadi edukasi penting bagi kita semua dan selalu waspada penawaran yang mencurigakan melalui media apapun. 

×
Berita Terbaru Update