Notification

×

Iklan

Iklan

NATO Diserang di Kosovo, Negara Di Eropa Ini Diambang Perang

Selasa, 30 Mei 2023 | Mei 30, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-07-10T16:32:39Z
NATO Diserang di Kosovo, Negara Di Eropa Ini Diambang Perang, viral, trending
Demonstrasi di Kosovo, Gambar : CNN


Taputardotcom - Lebih dari 30 orang terluka dalam bentrokan yang terjadi di Kosovo pada Senin (29/5/2023). Diketahui, mereka sebagai Penjaga perdamaian NATO diserang dan mengalami luka akibat mempertahankan tiga balai kota di Kosovo utara.

Penjaga perdamaian dari Italia terluka akibat bentrokan yang terjadi di Kosovo. Pakta Petahanan Atlantik Utara (NATO) mengatakan "Tidak bisa diterima" dan mengutuk serangan yang dilakukan oleh para demonstran. 

Misi penjaga perdamaian (KFOR) yang dipimpin NATO mengutuk kekerasan tersebut. Sementara Presiden Serbia menempatkan tentara pada siaga tempur tertinggi.

Beberapa tentara dari kontingen KFOR Italia dan Hungaria menjadi sasaran dalam serangan tersebut saat melawan kerumunan yang paling aktif saat bentrokan. Mereka mengalami patah tulang dan luka akibat ledakan alat pembakar, seperti dikutip Reuters, Selasa (30/5/2023).

Kristof Szalay-Bobrovniczky, Menteri Pertahanan Hungaria mengatakan setidaknya 7 tentara penjaga perdamaian asal Hungaria mengalami luka parah dan mereka akan dibawa ke Hungaria untuk dirawat. 

Diketahui, bentrokan yang terjadi antara Pasukan NATO dan polisi dengan sejumlah pengunjuk rasa Serbia di utara. Dimana, kerusuhan terjadi atas pelantikan wali kota etnis Albania.

Oleh karena kerusuhan yang terjadi, tentara NATO membentuk barisan keamanan di area sekitar dan juga balai kota lainnya.

Dalam kekerasan yang terjadi pada Senin malam tidak hanya penjaga perdamaian dari Italia saja yang mengalami luka, namun penjaga perdamaian yang berasal dari Hungaria juga mengalami luka serius.

Giorgia Meloni mengeluarkan pernyataan "Penting untuk menghindari tindakan sepihak lebih lanjut dari pihak otoritas Kosovar dan semua pihak yang terkait agar mengambil langkah mundur untuk meredakan ketegangan"

Lebih lanjut NATO mengatakan, dari sejumlah petugas perdamaian yang mengalami luka akibat kekerasan, diketahui tiga orang dari mereka mengalami kondisi yang sangat serius dan lima orang dilaporkan telah ditangkap sehubungan dengan serangan tersebut.

Presiden Serbia Alexander Vucic mengatakan setidaknya 52 orang Serbia mengalami luka, dan tiga diantaranya serius.

Namun disisi lain, Presiden Kosovo Vjosa Osmani menuduh Alexander Vucic sebagai mitra Serbia mendestabilisasi Kosovo. 

Osmani mengatakan "Mereka yang melaksanakan perinta Vucic untuk mengacaukan wilayah utara Kososvo harus diadili"

NATO menyebut serangan yang terjadi tidak dapat diterima. Dalam sebuah pernyataan, NATO meminta kepada semua pihak untuk menahan diri dari tindakan yang akan membuat situasi semakin sulit dan mengobarkan ketegangan dimana-mana, dan mengajak semua pihak untuk terlibat dalam dialog.
×
Berita Terbaru Update