Notification

×

Iklan

Iklan

Data Anda Tidak Aman Pada Ponsel Android Buatan China Seperti OnePlus, Xiaomi dan Oppo Realme

Minggu, 18 Juni 2023 | Juni 18, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-07-10T16:29:01Z
Data Anda Tidak Aman Pada Ponsel Android Buatan China Seperti OnePlus, Xiaomi dan Oppo Realme, keamanan data android, keamana data terjamin,  keamanan data transaksi, xiaomi redmi, xiaomi 12 lite, xiaomi androidxiaomi 13, redmi note 9, redmi note 10, xiaomi 12 pro, redmi mote 8
Xiaomi Redmi Note 11 Series, Baidu maps | Taputardotcom


Taputardotcom - Bicara soal keamanan di dunia internet dan perangkat smartphone yang digunakan memang tidak pernah habis. Teknologi terlihat sepintas sebagai sesuatu yang spektakuler, namun belum tentu apa yang dipikirkan semuanya benar.

Sebagai contoh, dengan menjamurnya pertumbuhan Smartphone dari berbagai perusahaan pembuatan smartphone, ada kekurangan yang jarang dipikirkan dan dipedulikan penggunanya, yaitu soal keamanan.

Setiap pengguna smartphone memiliki privasi sendiri-sendiri dan berbeda pula cara menjaga data pribadi tersebut. Namun jika data pribadi seseorang diketahui orang lain maka tentu menjadi sesuatu yang sangat tidak aman.

Bagi anda pengguna HP atau smartphone Android asal negara Tirai Bambu atau buatan China, perlu hati-hati mulai dari sekarang. Karena ada beberapa smartphone buatan China yang berpotensi mengalami resiko pelacakan atau pengiriman data pribadi secara otomatis walaupun izin untuk mengirim data sudah di nonaktifkan.

Data-data dalam ponsel buatan China tersebut beresiko bocor dan perangkat bisa dilacak tanpa diketahui oleh penggunanya.

Ada satu penelitian dari Haoyu Liu dari University of Edinburg, Paul Patras dari Univesity of Edinburg dan Douglas Leith dari Trinity College Dublin, mengungkapkan bahwa transmisi data itu berasal dari Aplikasi bawaan dari ponsel asal China.

Penelitian dilakukan dengan menganalisa tiga vendor Smartphone dari China seperti OnePlus, Xiaomi dan Oppo Realme. Peneliti menemukan informasi yang dikirimkan oleh sistem operasi dan sistem aplikasi telah mengecualikan software yang telah dipasang pengguna smartphone.

Salah satunya ponsel Redmi, setiap kali pengguna menggunakan aplikasi Pengaturan, Perekam, Catatan, Telepon, Pesan dan Kamera yang sudah terinstall mengirimkan permintaan posting URL "tracking.miu.com/track/v4".
 
Lebih berbahaya lagi adalah walaupun pengguna smartphone sudah mematikan izin untuk pengiriman data penggunaan dan Diagnostik saat perangkat aktif, data tersebut tetap dikirim oleh perangkat.

Para peneliti juga menemukan tindakan pengiriman posting URL "tracking.miu.com/track/v4" tidak berhenti terjadi walaupun pengguna tidak lagi berada di China, termasuk pengguna berada pada negara dengan aturan perlindungan data yang ketat sekalipun.

Aplikasi pihak ketiga seperti Baidu, IflyTek dan Sogou yang terdapat pada smartphone Redmi Note 11. Sedangkan aplikasi Baidu Map dan Map terus berjalan di latar belakang pada smartphone OnePlus 9R dan Realme Q3 Pro.

Selain Baidu Map, Map, IflyTek dan Sogou, ada aplikasi berita, streaming video dan belanja online yang semuanya digabungkan pada firmware asal China.

Peneliti mengatakan bahwa data yang diamati atau diteliti yang sedang dikirimkan adalah sebagai berikut :

1. Pengidentifikasi perangkat tetap seperti IMEI, alamat MAC dan lain- lain. 

2. Pengidentifikasi Lokasi seperti koordinat GPS, Mobile Network Cell ID dan lain-lain.

3. Profil Pengguna seperti nomor telpon, pola penggunaan aplikasi, telemetri aplikasi.

4. Hubungan Sosial seperti nomor telepon kontak, riwayat penggilan dan sms serta waktu.


Selain itu peneliti juga menemukan 3 - 4 kali lebih banyak aplikasi pihak ketiga dari distribusi dari android dari China dibandingkan dengan negara lain. Dan pada aplikasi juga 8 -10 kali lebih banyak izin pada aplikasi pihak ketiga dibandingkan dengan yang beroperasi di luar china.
×
Berita Terbaru Update