Notification

×

Iklan

Iklan

Pulau Ndao Memiliki Bahasa Daerah Paling Unik Di Nusa Tenggara Timur

Jumat, 23 Juni 2023 | Juni 23, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-08-06T02:14:57Z
Pulau Ndao Memiliki Bahasa Daerah Paling Unik Di Nusa Tenggara Timur rote ndao indonesia taputardotcom
Peta Pulau Ndao | Taputardotcom


Taputardotcom - Keunikan budaya dan bahasa di NTT merupakan kekayaan yang dianugrahi Tuhan Yang Maha Kuasa. Nusa Tenggara Timur memiliki banyak budaya dan bahasa daerah yang merupakan keunikan yang jarang terdapat di Provinsi lain di Indonesia. 

Berbicara soal bahasa daerah, tidak hanya Kabupaten Flores Timur atau kota Larantuka saja yang memiliki bahasa daerah yang unik. Salah satu bahasa daerah paling unik di NTT adalah bahasa dari "Rai Dhao" atau Pulau Ndao.

Pulau paling selatan Indonesia yang berada di Kabupaten Rote Ndao ini memiliki bahasa daerah yang terbilang lebih unik lagi dari daerah lain. 

Keunikan bahasa daerah ini tidak hanya pada kata ganti orang saja seperti pada bahasa daerah di Larantuka, namun ada beberapa kata kerja dalam bahasa ndao yang diucapkan sekaligus menjelaskan subyeknya.

Jadi, tanpa perlu dijelaskan siapa yang dimaksudkan secara otomatis kata kerja tersebut sudah menjelaskan subyek yang langsung di mengerti. Perhatikan kata kerja "makan" pada daftar di nawah ini :

Contoh Kata Kerja "makan"


Subyek     Kata Kerja       Arti
ja'a           ku'a   saya makan
èu           mu'a   kamu makan
nèngu           na'a   dia makan
èdhi           ta'a   kita makan
ji'i           nga'a   kami makan
miu           mi'a   kalian makan
rèngu           ra'a   mereka makan

Selain itu, bahasa daerah Ndao atau Dhao juga memiliki tingkatan bahasa yang hanya dipahami orang asli daerah ini. Rupanya bahasa tingkatan ini digunakan untuk hal yang rahasia seperti ungkapan atau idiom dalam bahasa Indonesia. Hal inilah yang membuat bahasa daerah ini paling unik dari bahasa daerah yang lain

3 tingkatan dalam bahasa daerah Ndao


1. Bahasa Daerah Ndao Standar (lī dhao)


Jika dilihat dari jumlah dan pemahaman penutur bahasa daerah Ndao standar maka bisa dipastikan bahwa hampir seluruh masyarakat Pulau Ndao bisa berbicara dan memahami artinya.

Sehingga bahasa Ndao Standar ini dijadikan sebagai bahasa komunikasi sehari-hari di tengah-tengah masyarakat, dan bisa pahami oleh semua orang mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

2. Bahasa Rahasia (lī pacele)


Selain bahasa Ndao standar, ada juga bahasa rahasia yang digunakan dalam masyarakat. Bahasa rahasia atau lī pacele ini digunakan sebagai bahasa simbolis untuk menyatakan sesuatu yang dirahasiakan atau disembunyikan dari sebagian orang. 

Penggunaan bahasa rahasia ini lebih dominan digunakan oleh orang dewasa atau orang tua untuk mengungkapkan sesuatu yang hanya sebagian orang saja yang memahaminya. 

Terkadang bahasa rahasia digunakan untuk menyindir secara halus agar tidak terkesan kasar, namun tetap saja memiliki arti sindiran.

3. Bahasa Ritual (lī hini)


Bahasa Ndao untuk ritual ini biasanya digunakan untuk acara atau upacara adat yang biasa dilakukan di Pulau Ndao atau Rai Dhao.

Bahasa ritual atau lī hini kadang berbentuk pantun atau ungkapan untuk menggambarkan satu keadaan yang sedang dialami seseorang atau keluarga.

Acara yang seringkali menggunakan bahasa ritual adalah pada saat Tarian Pado'a atau tarian tradisional yang dilakukan oleh banyak orang. 

Tarian pado'a sendiri pada dasarnya dilakukan pada momen-momen tertentu yang berhubungan dengan kedukaan, kemenangan dari Perang dan untuk meminta kesuburan atau panen raya sejak jaman dahulu dan masa raja-raja Pulau Ndao.

Syair atau bahasa ritual asli yang digunakan pada jaman dulu dalam Tarian Pado'a memiliki arti kiasan yang sesuai dengan momen yang sedang dialami atau dirayakan saat itu. Setiap momen memiliki syair tersendiri.

Saat ini Tarian Pado'a digunakan untuk kepentingan pariwisata dan acara-acara yang berbeda seperti jaman dahulu yang penuh penghayatan dan murni dari isi hati pelantun. Sehingga semua syair dalam Tarian Pado'a menjadi nasihat dan ungkapan yang bisa dirasakan dan hayati oleh semua orang yang ada setelah tarian selesai.

Jika dilestarikan dengan baik maka keaslian dari syair dan gerakan Tarian Pado'a menjadi budaya yang unik di Pulau Ndao selain tarian Pado'a yang ada di Pulau Sabu.

Beberapa orang menilai, Syair Pado'a yang digunakan saat ini sudah tidak sesuai atau berubah karena tidak cocok dengan masing-masing momen sebenarnya.

Hal itu terlihat pada saat kedukaan terkadang syair yang digunakan tidak berhubungan dengan kesedihan dan penguatan bagi orang yang ditinggalkan, justru syair lain yang tidak berhubungan dengan keadaan diungkapkan atau dilantunkan.

Pulau yang masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Rote Ndao ini memiliki kesamaan bahasa sekitar 75 sampai 80 persen dengan masyarakat Pulau Sabu di NTT.

Seharusnya melihat dari kedekatan dan interaksi masyarakat lebih dominan ke Pulau Rote, namun kesamaan dengan bahasa Rote hanya sedikit sekali dan hanya sebagian kecil orang dari Pulau Ndao yang mengerti bahasa Rote.

Jadi, tidak heran jika melihat masyarakat dari Pulau Ndao lebih lancar berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang yang berbicara dalam bahasa Sabu dibanding dengan masyarakat di Pulau Rote. Ini merupakan keunikan yang jarang ditemukan di daerah lain. 

Semoga bahasa unik ini terus dilestarikan sebagai kekayaan budaya Indonesia, baik dalam penuturan atau pengucapan maupun dalam bentuk tulisan atau Kamus Berbahasa Ndao yang lebih lengkap dari yang sudah ada saat ini.
×
Berita Terbaru Update