Notification

×

Iklan

Iklan

Rusia dan Grup Wagner Bertikai di Tengah Perang Dengan Ukraina, KBRI di Moskow Keluarkan Surat Kebijakan Keamanan

Minggu, 25 Juni 2023 | Juni 25, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-08-02T02:58:35Z
Rusia dan Grup Wagner Bertikai di Tengah Perang Dengan Ukraina, KBRI di Moskow Keluarkan Surat Kebijakan Keamanan, vladimir putin takut, Wagner Batal memberontak, Putin Sembunyi karena takut, taputardotcom
Lambang Grup Wagner | Taputardotcom


KBRI di Moskow mengeluarkan surat kebijakan keamanan untuk Warga Negara Indonesia yang berada di Rusia. Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti situasi keamanan yang terjadi disana. Diketahui situasi keamanan kontra terorisme yang ada di Moskow dan daerah lainnya dalam kondisi tidak stabil.

Surat yang diterbitkan KBRI pada Sabtu (24/6/2023) tersebut ditandatangani Koordinator fungsi protokol dan konsuler, Moh Fattah Hardiwinangun. KBRI meminta kepada WNI yang ada di Rusia agar tetap tenang.

Isi surat tersebut menyatakan "Sehubungan dengan perkembangan situasi keamanan tanggal 24 Juni 2023, pemerintah Rusia telah menerapkan kebijakan keamanan kontra-terorisme di beberapa daerah, yakni di Moskow, Oblast Voronezh dan Rostov. Merujuk perkembangan situasi kemanan tersebut, Kedutaan Republik Indonesia di Moskow menghimbau seluruh WNI/Masyarakat Indonesia di Rusia khususnya di wilayah-wilayah dimaksud di atas agar"

Setidaknya ada sekitar tujuh poin yang disampaikan selain WNI diharapkan bisa tetap tenang. Mereka juga diminta agar membatasi perjalanan ke luar kota pada situasi ini kecuali untuk hal yang mendesak saja namun selalu membawa dokumen identitas diri setiap melakukan perjalanan.

Ada salah satu poin yang menyatakan pembatasan tersebut yaitu " Untuk masyarakat Indonesia di Moskow dan Moskow Oblast agar membatasi perjalanan ke luar kota kecuali keperluan mendesak. Hal ini terkait dengan peningkatan pemeriksaan aparat di jalan ke luar dan menuju Moskow"

KBRI juga menyertakan kontak darurat dalam surat tersebut untuk WNI agar bisa menghubungi jika mengalami keadaan darurat.

Surat KBRI tersebut berbunyi :


1. Tetap tenang, pantau dan ikuti arahan dari Gubernur/Pemerintah setempat dan sumber berita resmi untuk kewaspadaan keamanan diri

2. Agar selalu membawa dokumen identitas (Paspor) dalam bepergian dan beraktivitas sehari-hari. Hal ini sehubungan dengan upaya peningkatan penjagaan keamanan di tempat-tempat umum, transportasi umum, sstasiun kereta api, dan juga bandar udara (airport).

3. Untuk masyarakat Indonesia di Moskow dan Moskow Oblast agar membatasi perjalanan ke luar kota kecuali keperluan mendesak. Hal ini terkait dengan peningkatan pemeriksaan aparat di jalan ke luar dan menuju Moskow.

4. Agar seluruh WNI di Rusia untuk sementara waktu tidak melakukan perjalanan ke Rostov dan Voronezh hingga situasi setempat kondusif.

5. Secara khusus untuk WNI di wilayah Rostov dan Voronezh agar mematuhi arahan pemerintah setempat untuk tidak keluar rumah/asrama/tempat tinggal apabila tidak ada kendaraan mendesak.

Lakukan kewajiban lapor diri online di portal peduli WNI https://peduliwni.Kemlu.go.di bagi WNI yang belum melakulannya.

7. Dalam keadaan mendesak silakan menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moskow di nomor kontak:

Nomor telepon (waktu kerja) +7495951954951
Nomor hotline (situasi darurat dan mengancam nyawa) +79857502410
Email fungsi konsuler kbrimos.protkons@gmail.Com dan protkons.moskow@kemlu.go.id

Putin sempat mengecam tindakan yang dilakukan pasukan Wagner yang disebutnya sebagai satu pengkhianatan dan berjanji akan menghukum setiap pengkhianat.

Pesan yang dirilis melalui saluran telegram menyatakan, Yevgeny Prigozhin yakni Pemimpin Wagner dan pasukan tentara bayarannya telah masuk dan menguasai markas militer kota Rostov-on-Don yang letaknya di Bagian Selatan Rusia.

Diketahui bahwa Pemimpin Wagner tersebut selama berbulan-bulan telah berselisih dengan para petinggi Militer Rusia. Ia tidak menerima dan menyalahkan mereka atas kematian pasukannya di Ukraina bagian Timur.

Ia menuduh Rusia gagal dalam mempersenjatai pasukannya dengan memadai dan mengancam akan menarik mundur pasukannya dari Ukraina Timur jika pasokan senjata selalu kurang.

Kemarahan Prighozin tanpaknya tidak bisa dibendung lagi ketika dirinya menuduh pemimpin pasukan Moskow memerintahkan serangan ke kamp pasukan Wagner dan membunuh sejumlah besar pasukannya. Dia berjanji akan membalas sampai penghabiasan.

Prighozin juga mengatakan pasukannya telah menembak jatuh sebuah helikopter militer Rusia. Mereka juga menguasau situs-situs militer di Rostov-on-Don di Rusia Selatan. Dia juga memerintahkan pejuang Wagner sekitar 25.000 orang untuk menggulingkan kepemimpinan militer Rusia

Rostov adalah kota yang dibaglngun sekitar abad ke-18 dan berpenghuni lebih dari 1 juta orang. Letaknya sekitar 100 kilometer dari perbatasan Ukraina. Kota ini merupakan markas komando militer Rusia Selatan.



×
Berita Terbaru Update