Notification

×

Iklan

Iklan

Tips Puasa Tasua dan Asyura, Mengapa Umat Muslim Sangat Dianjurkan Melakukannya?

Kamis, 27 Juli 2023 | Juli 27, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-07-26T23:40:06Z
Tips Puasa Tasua dan Asyura, Mengapa Umat Muslim Sangat Dianjurkan Melakukannya?
Puasa Tasua dan Asyura

Taputardotcom - Puasa Tasua dan Asyura adalah dua peristiwa yang memiliki makna dan pentingan bagi umat Muslim dalam kalender Islam. Kedua puasa ini berhubungan dengan bulan Muharram, yang merupakan bulan pertama dalam penanggalan Hijriyah.

Apa Itu Puasa Tasua?


Puasa Tasua adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 9 Muharram. Nama "Tasua" berasal dari bahasa Arab yang berarti "sembilan." Puasa ini dilakukan sebagai persiapan menjelang peristiwa besar yang terjadi pada tanggal 10 Muharram, yaitu Hari Asyura. Tanggal 9 Muharram ini memiliki beberapa peristiwa bersejarah bagi umat Islam, salah satunya adalah peristiwa penyelamatan Nabi Musa (Moses) dan kaum Bani Israel dari penindasan Firaun dengan berlalunya mereka melintasi Laut Merah yang terbelah menjadi dua.

Apa Itu Puasa Asyura?


Puasa Asyura adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram. Nama "Asyura" berasal dari bahasa Arab yang berarti "sepuluh." Hari Asyura adalah hari yang memiliki banyak makna dan peristiwa bersejarah bagi umat Islam. 

Puasa Tasua dan Asyura adalah dua puasa sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim. Keduanya jatuh pada bulan Muharram, dengan Tasua pada tanggal 9 Muharram dan Asyura pada tanggal 10 Muharram.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa puasa Tasua dan Asyura sangat dianjurkan dalam agama Islam :

1. Sunnah Rasulullah Muhammad SAW

Rasulullah Muhammad SAW telah menganjurkan umat Muslim untuk berpuasa pada hari Tasua dan Asyura. Beliau juga memberikan contoh dengan berpuasa pada hari-hari tersebut. Sebagai umat Muslim yang mencintai dan mengikuti sunnah Rasul, menjalankan puasa ini merupakan bentuk penghormatan dan pengikutannya terhadap ajaran beliau.

2. Hari bersejarah dalam Islam

Hari Asyura memiliki sejarah penting dalam Islam. Pada tanggal 10 Muharram, Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan kaum Bani Israel dari penindasan Fir'aun dengan membelah Laut Merah. Di sinilah asal nama "Asyura" yang berarti "sepuluh" dalam bahasa Arab. Selain itu, bagi umat Muslim Syiah, hari ini juga menjadi simbol kesedihan karena peristiwa tragis pembantaian cucu Rasulullah, Imam Husain bin Ali, di Karbala.

3. Penghapus dosa

Meskipun puasa Tasua dan Asyura bukan termasuk puasa wajib, Allah SWT memberikan banyak keutamaan bagi mereka yang berpuasa pada hari-hari ini. Salah satunya adalah penghapus dosa-dosa minor yang telah lalu, karena Rasulullah menyatakan bahwa puasa pada hari Asyura dapat menghapus dosa-dosa yang terjadi dalam setahun sebelumnya.

4. Amalan Ibadah dan keberkahan

Berpuasa pada hari Tasua dan Asyura adalah amalan ibadah yang baik dan membawa berkah. Kegiatan ini mendekatkan diri pada Allah dan meningkatkan kesadaran spiritual. Puasa Tasua dan Asyura juga menjadi kesempatan untuk mendekatkan diri pada-Nya dan memperbanyak amal ibadah serta doa.

5. Berpegang pada tradisi Islami

Puasa Tasua dan Asyura adalah bagian dari tradisi Islami yang telah dilakukan oleh para sahabat dan generasi awal umat Muslim. Mengikuti tradisi ini merupakan cara untuk menjaga kebersamaan dan keutuhan umat Muslim serta memperkuat rasa persaudaraan di antara mereka.

Selain itu, bagi umat Muslim, puasa Asyura juga berfungsi sebagai amalan ibadah yang dianjurkan untuk mengingat peristiwa penting yang terjadi pada hari ini serta sebagai cara untuk mendapatkan ampunan Allah SWT atas dosa-dosa yang telah lalu.

Walaupun puasa Asyura memiliki makna penting dalam sejarah Islam, Rasulullah Muhammad SAW juga menekankan agar umat Islam melakukan puasa tambahan sehari sebelum atau setelah hari Asyura, yaitu puasa Tasua atau puasa Arafah (pada tanggal 9 Dzulhijjah). Hal ini dilakukan untuk membedakan umat Muslim dari tradisi Yahudi yang juga berpuasa pada hari Asyura

Namun, penting untuk diingat bahwa meskipun sangat dianjurkan, puasa Tasua dan Asyura tetap merupakan puasa sunnah dan tidak diwajibkan. Selain itu, puasa tersebut harus dilakukan dengan niat yang tulus dan ikhlas karena Allah semata, bukan untuk pamer atau riya' kepada orang lain.
×
Berita Terbaru Update